Microplastik: Bagaimana Laboratorium Mendeteksi Partikel yang Tak Terlihat?
Mikroplastik kini ditemukan di air, tanah, pangan, bahkan sampel biologis. Ukurannya yang sangat kecil membuatnya tidak cukup dianalisis hanya dengan pengamatan biasa.

Mikroplastik kini ditemukan di air, tanah, pangan, bahkan sampel biologis. Ukurannya yang sangat kecil membuatnya tidak cukup dianalisis hanya dengan pengamatan biasa. Laboratorium menggunakan mikroskopi untuk skrining partikel, FTIR dan Raman untuk mengenali karakteristik polimer, serta Py-GC/MS untuk analisis kimia yang lebih mendalam.
Namun, tantangan justru dimulai sebelum instrumen bekerja: bagaimana mengambil sampel, memisahkan partikel, mencegah kontaminasi, dan memastikan hasil tetap valid?
Karena itu, analisis mikroplastik membutuhkan kombinasi sample preparation yang tepat, instrumen sesuai tujuan, serta QA/QC yang disiplin.
Laboratorium Anda ingin mulai mengembangkan pengujian mikroplastik? Mulailah dari workflow dan peralatan yang tepat.
<strong>Target market:</strong> Laboratorium lingkungan & jasa pengujian, universitas/pusat riset, laboratorium air/PDAM, industri makanan-minuman, industri plastik/polimer, serta instansi pemerintah bidang lingkungan.
<strong>Alat yang relevan:</strong> Microscope, analytical balance, filtration/vacuum filtration, membrane/filter, oven, glassware, centrifuge, FTIR/Raman (bila tersedia).
<hr /> <em>Sedang menyiapkan riset atau metode pengujian mikroplastik? Konsultasikan jenis sampel dan target analisis Anda. Tim AndisLab membantu memetakan kebutuhan mulai dari sample preparation hingga pemilihan peralatan laboratorium yang sesuai.</em>Butuh Konsultasi Spesifikasi Alat Lab?
Konsultasikan kebutuhan teknis, negosiasi harga, atau minta surat penawaran resmi (RFQ) untuk produk yang dibahas dalam artikel ini.


